PENDAHULUAN
Klasifikasi Hewan
A. Berdasarkan jumlah lapisan sel tubuh
Diploblastik
Triploblastik
B. Berdasarkan rongga tubuh
Aselomata
Pseudoselomata
Selomata
Berdasarkan simetri tubuh
Bilateral simetri
Radial simetri
Radial Simetry
Bilateral Simetry
C. Berdasarkan ada tidaknya Vertebrae
Invertebrata
Vertebrata
INVERTEBRATA
PHYLUM PORIFERA
Porus: lubang kecil
Ferre: membawa/ mengandung
Disebut juga hewan spons (Sponge)
Cirri/sifat/karakteristik
Multiseluler
diploblastik
Tubuh berpori mikroskopis
Radial simetris
Hidup meneta/ sessil pada perairan
Memiliki rongga untuk aliran air
Pencernaan intrasel
Struktur tubuh
Struktur Tubuh Porifera
Tipe saluran air
Ascon
Sycon
Leucon
(a). ascon, (b) sycon (c) Leucon/ rhagon
Klasifikasi
Klas Calcarea
Klas Hexactinellida
Klas Demospongia
Klas Calcarea
Memiliki rangka dari zat kapur
Habitat di laut dangkal
Contoh
Leucosolenia sp
Schypa sp
Sycon gelatinosum
Klas Calcarea
Klas Hexactinellida
Rangka/ spikula dari zat kersik dengan 6 cabang
Disebut Spongeglass/ Hyalospongia
Contoh
Hyalonema sp
Pheronema sp
Euplectella suberea
Klas Hexactinellida
Klas Demospongia
Rangka/ spikula dari serabut/ bennang sponging
Tanpa skeleton
Contoh
Spongila sp
Callyspongia
Suberit sp
Cliona sp
Microciona sp
Klas Demospongia
Gambar lengkap untuk Porifera disini: Porifera photogallery
PHYLUM COELENTERATA/CNIDARIA/
CTENOPHORA
Coilos: Rongga
Enteron: usus
Ciri/sifat/karakter
Memiliki knidosit/ sel penyengat( Cnidaria )
Memiliki rongga usus (gastrovasculer)
Multiseluler
Radial simetri
Bentuk tubuh
Polip (melekat di substrat) dan sessil
Medusa: berenang/ terapung/planktonik
Diploblastik terdiri dari
Epidermis
Endodermis/ Gastrodermis
Mesoglea (berisi gelatin dan sel saraf)
Struktur tubuh:
Mengandung nematocyst
System pencernaan :
Memiliki saluran yang disebut Enteron
Mulut dikelilingi tentakel
Mulut berfungsi sebagai anus
Struktur Nematocyt
Ø System saraf difus
Ø Reproduksi:
Seksual: peleburan sel gamet
Aseksual: kuncup
Metagenesis
Klasifikasi
Klas Hydrozoa
Klas Schypozoa
Klas Anthozoa
Klas Hydrozoa
Hidup di air tawar
Soliter
Contoh:
Obelia sp
Hydra sp
Physalia sp (Struktur tubuh terdiri atas Gonozoid, gastrozoid,daktilozoid)
Metagenesis pada Obelia
Metagenesis Obelia
Klas Scypozoa
The true medusa/ jellyfish
Mesoglea tebal
contoh
Aurelia aurita
Metagenesis Aurelia
Metagenesis pada Aurelia aurita
Klas Anthozoa
Antho: bunga
Zoon: Hewan
Hidup soliter/ koloni
Melekat pada substrat
Menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3)
Sebagai pembentuk terumbu karang
Bentuk tubuh: silinder pendek
Bentuk polip
Contoh:
Tubiphora musica
Meandrina sp
Euplexaura antipathes
Klas Anthozoa
PHYLUM PLATYHELMINTHES
Platy: pipih
Helminthes: cacing
Ciri/sifat/karakter
Tubuh pipih dorsoventral, lunak
Simetri bilateral aselomata
Hermafrodit
Triploblastik
Tubuh terdiri atas: anterior, posterior,dorsal,ventral
Alat ekskresi disebut sel api
System saraf tangga tali
Klasifikasi
Klas Turbellaria
Klas Trematoda
Klas Cestoda
Klas Turbellaria
Hidup bebas, beberapa parasit
Habitat di perairan
Tubuh tak bersegmen
Terdapat bulu-bulu getar pada lapisan epidermis
Struktur
Struktur Turbellaria
Contoh:
Planaria sp
Dugeria tigrina
Klas Trematoda/ cacing hisap
Parasit pada vertebrata
Tubuh tertutup lapisan kutikula
Memiliki alat hisap (sucker)
Contoh:
Fasciola hepatica
Fasciola busci
Struktur Trematoda
Klas Cestoda
Pipih, panjang menyerupai pita
Parasit
Struktur tubuh
Struktur Cestoda
Contoh:
Taenia solium
Taenia saginata
Diphylobothrium latum
PHYLUM NEMATHELMINTHES
Nema: benang
Helminthes: cacing
Ciri/sifat/karakter
Endoparasit pada manusia dan hewan
Hidup bebas di perairan/ tanah
Bilateral simetris
Triploblastik, pseudoselomata
Tubuh tertutup lapisan kutikula
Organ pencernaan memanjang dari anterior ke posterior
Diesis
Struktur
Klasifikasi
Nematode
Nematophora/ Nematomorpha
Klas Nematoda
Fase larva sampai dewasa hidup sebagai parasit
Contoh:
Ascaris lumbricoides
Oxyuris vermicularis
Wuchereria bancrofti
Heterodera radicicola
Loa loa
Klas Nematophora
Larva hidup pada mamalia dan arthropoda, dewasa bebas di perairan
Contoh:
Gordius sp
Nectonema sp
ANNELIDA
Annulus: Cincin
Oidos: Bentuk
Macam-macam Annelida
Ciri/sifat dan karakter
Selomata
Alat pencernaan sempurna
Bilateral simetris
Tubuh tertutuplapisan kutikula nonchitinouus
Dilengkapi Bristle chitin disebut cetae
Alat ekskresi disebut Nefridium
Hermafrodit
Klasifikasi
Polychaeta
Oligochaeta
Hirudinea
Klas Polychaeta
Poly: banyak
Chaeta: rambut
Cacing yang memiliki banyak rambut
Hidup di perairan laut
Memiliki parapodia
Contoh
Lysidice oele (wawo)
Eunice viridis(palolo)
Klas Oligochaeta
Oligos: sedikit
Chaeta: rambut
Kepada disebut Prostomium
Tidak dilengkapi mata, tentakel dan parapodi
Struktur
Struktur oligochaeta
Contoh:
Lumbricus terrestris
Pheretima sp
Kelas Hirudinea
Pipih dorsoventral
Mempunyai 1 prostomium dengan 35 segmen
Alat penghisap di kedua ujung tubuh
Menghasilkan Hirudin/ zat antikoagulan
Contoh:
Hirudo medicinalis
Hirudinaria javanica
Haemodipsa zeylanica
PHYLUM MOLLUSCA
Mollis: Lunak
Ciri/sifat/karakter
Tubuh lunak tak bersegmen
Dilindungi pallium/ mantle
Mantle: penghasil secret untuk bahan eksoskeleton/cangkang/cocha
Struktur tubuh Mollusca
Struktur Molusca
Klasifikasi
Klas amphineura/Polyplacophora
Klas Gastropoda
Klas scapopoda
Klas cephalopoda
Klas Pelecypoda/Bivalvia/Lamellibranchiata
Klas Amphineura
Simetri bilateral
Eksoskeleton berupa Valva
Contoh: Chiton squamosum
Chiton squamosum
Klas Gastropoda
Gastros: perut
Podos: Kaki
Habitat darat, air tawar dan air laut
Memiliki 2 pasang tentakel
Tentakel panjang: penglihatan
Pendek: peraba/ pembau
Hermafrodit non autofertilisasi
Gastropoda
Contoh:
Achatina fulica
Lymnaea sp
Pilla ampulacea
Klas Schapopoda
Habitat di laut
Bilateral simetri
Contoh:
Dentaium vulgare
Scapopoda
Klas Cephalopoda
Cephalo: kepala
Podos: kaki
Memiliki endoskeleton, eksoskeleton atau keduanya
Memiliki kaki di kepala
Cephalopoda
Contoh:
Nautillus popilius
Sephia sp
Octopus vulgaris
Loligo indica
Klas Pelecypoda
Pelecy: memipih seperti kapak
Podos: kaki
Bi: dua
Valvia: cangkang
Lamelli: lempengan
Branchia: insang
Struktur tubuh
Pelecypoda/ Bivalvia/ lamellibranchiata
Lapisan tubuh:
* Periostrakum
Tersusun dari zat tanduk dan mudah mengelupas
* Prismatic
Tersusun dari zat kapur berbentuk prisma
* Nakreas
Lapisan terdalam
Lapisan mutiara
Merupakan Kristal-kristal halus mengandung CaCO3
PHYLUM ECHINODERMATA
Echinos: landak/ duri
Derma: kulit
Ciri/sifat/karakter
Triploblastik selomata
Endoskeleton berduri dan menembus kulit
Duri berpangkal pada lempeng kalsium karbonat yang disebut testa
Simetri bilateral (larva) dan radial (dewasa)
Bagian tubuh terdiri dari oral dan aboral
Memiliki system saluran air yang disebut system ambulakral
Diesis
Fertilisasi eksternal
Tidak memiliki otak
Memiliki daya regenerasi tinggi
Klasifikasi
Asteroidean
Ophiuroidea
Crinoidea
Echinoidea
Holothuroidea
Klas Asteroidea
Duri termodifikasi membentuk Pediselaria
Fungsi:
Menangkap mangsa
Melindungi tubuh dari kotoran
Struktur Asreroidea
Contoh:
Asterias forberi (bintang laut)
Pentacheros sp
Acanthaster sp
Asteroidea
Klas Ophiuroidea
Tidak memiliki Pediselaria
Tubuh tersusun atas cakram dan lengan yang panjang dan berduri
Contoh:
Ophiothrix sp
Ophiuroidea
Klas Echinoidea
Bentuk bola/ pipih
Tanpa lengan
Memiliki lentera aristoteles
Fungsi: mengiling makanan
Struktur
Echinoidea
Echinoidea
Contoh
Diadema saxatile
Arbacia punctulata
Klas Crinoidea
Berbentuk seperti tumbuhan
Tidak berduri
Jumlah lengan 5 atau kelipatannya dengan cabang-cabang kecil yang disebut Pinula
Struktur:
Crinoidea
Contoh:
Metacrinus rotundus
Antedon rosacea
Klas Holothuroidea
Timun laut/ teripang
System respirasi menggunakan Pohon Respirasi
Struktur:
Holothuroidea
Holothuroidea
PHYLUM ARTHROPODA
Arthra: ruas
Podos: kaki
Memiliki kaki berruas-ruas
Bilateral simetri
Triploblastik selomata
Bagian tubuh terdiri atas: Caput, Thorax, abdomen
Tubuh diliputi kutikula membentuk eksoskeleton
Kutikula dari zat kitin
Eksoskeleton dihubungkan oleh ligament
Mengalami Molting atau Ekdisis
System saraf tangga tali, pusat ganglia
Alat ekskresi saluran Malphigi
Peredaran darah terbuka, darah disebut Hemolimfa
Hidup bebas, parasit, komensal dan simbiotik
Reproduksi
Seksual
Parthenogenesis
Diesis
Fertilisasi internal
Ovipar
Klasifikasi
Klas Arachnoidea
Klas Myriapoda
Klas Crustacea
Klas Insecta
Klas Arachnoidea
Arachno: Laba-laba
Tubuh terdiri atas Chepalothorax dan abdomen
Respirasi dengan paru-paru buku
Ekskresi dengan saluran Malphigi dan kelenjar Koksal
Klasifikasi:
Scorpionida: Kalajengking, ketunggeng
Arachnida: Laba-laba
Acarina: Tungau, Caplak
Klas Myriapoda
Myria: banyak
Podos: kaki
Tubuh terdiri atas Caput dan abdomen yang terdiri atas 25-200 segmen
Memiliki mata tunggal/ oseli
Klasifikasi
Diplopoda
§ Disebut kaki seribu
§ Tubuh gilik
§ Pada setiap segmen terdapat 2 pasang kaki
§ Contoh:
Keluwing (Julus terrestris)
Chilopoda
§ Kelompok kelabang
§ Tubuh pipih
§ Memiliki alat penyengat
§ Pada setiap segmen terdapat 1 pasang kaki
§ Contoh:
Scutigera sp (kelabang)
Klas Crustacea
Crusta: kulit
§ Tubuh terdiri atas Chepalothorax dan abdomen
§ Memiliki eksoskeleton keras
§ Pada bagian Chepalothorax dilindungi Karapaks
§ Ujung karapaks disebut Rostrum
§ Memiliki mata majemuk
§ Alat pernafasan berupa insang
Struktur
§ Klasifikasi
Entomostraca
§ Udang kelas rendah/ mikroskopik
§ Contoh:
Daphnia sp
Cyclops sp
Daphnia sp
Cyclops sp
Malacostraca
§ Udang tingkat tinggi
§ Contoh:
Udang, Lobster
Klas Insecta/ Hexapoda
Insect: serangga
Hexa: enam
Podos: kaki
§ Tubuh terdiri atas Caput, thorax dan abdomen
§ Mata faset dan oseli
§ Melakukan ekdisis
§ Perkembangan
Ametabola: tidak mengalami metamorfosis
Hemimetabola: metamorphosis tak sempurna
Holometabola: metamorphosis sempurna
§ Struktur:
§ Klasifikasi
Aptrygota: tak besrayap
Contoh: Lepisma sp
Insekta
Pterygota eksopterygota
( bersayap) endopterygota
Ortophtera: kecoa, jangkrik
Hemiptera: belalang
Eksopterygota Homoptera: Wereng
Odonata: capung
Coleoptera: kumbang
Endopterygota Hymenoptera: tawon, rayap
Diptera: lalat, nyamuk
Lepidoptera: kupu-kupu
PHYLUM CHORDATA
Cirri/sifat/karakteristik
§ Memiliki Chorda dorsalis/ notochord
§ Pada fase embrio chorda dorsalis berubah menjadi vertebrae
§ Klasifikasi:
Hemichordata
Urochordata
Cephalochordata
Vertebrata: Pisces, Amfibi, Reptil, Aves, Mamalia
Klas Pisces
§ Merupakan hewan akuatik
§ Tubuh dilindungi sisik
§ Bernafas dengan insang
§ Peredaran darah tertutup tunggal
§ Struktur
§ Klasifikasi
Agnatha
¯ Ikan tak berrahang
Contoh: Lamprey
Lamprey
Chondricthyes
¯ Ikan bertulang rawan
Contoh: Hiu, pari
Osteichthyes
¯ Ikan bertulang keras
Contoh: ikan mas, ikan mujahir dll
Klas Amfibi
Cirri/sifat/karakter
* Mengalami metamorphosis
* Kulit selalu basah oleh lendir
* Klasifikasi
¯Apoda ( tak berkaki)
Contoh: Salamander cacing
¯Urodela (Berkaki dan berrekor)
Contoh: Salamander
Salamander
¯Anura (Berkaki tak berrekor)
Contoh: Katak, kodok
Klas Reptilia
Ciri/sifat/karakter
* Hewan melata
* Tubuh dilindungi sisik dari zat tanduk
* Ovipar dan ovovivipar
* Klasifikasi
¯Squamata: Ular, kadal
¯Testudinaria: Penyu, kura-kura
¯Crocodilian: Buaya
¯Rhyncochepala
Klas Aves
Ciri/sifat/karakter
* Tubuh dilindungi oleh bulu
* struktur
Klas Mamalia
Ciri/sifat/karakter
* Tubuh dilindungi oleh rambut
* Memiliki kelenjar susu/ mammae
* Vivipar dan ovipar
* Klasifikasi
ü Insectivora:
ü Chiroptera: kelelawar
ü Primate: monyet, orang utan
ü Tubulidentata:
ü Rodentia
ü Logomorpha
ü Perissodactyla
ü Artiodactyla
ü Monotremata
ü Marsupialia
ü Carnivore
ü Proboscidea
ü Edentata
ü Cetacean
ü Sirenia
ü Ruminansia
DUNIA HEWAN ( Kingdom Animalia )
Rabu, 28 Maret 2012
Diposting oleh
alfin.cacing.blogspot.com
di
06.01
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Kebudayaan Dongson
Sabtu, 24 Maret 2012
1. Kebudayaan Bacson-Hoabinh
Di Pegunungan Bacson dan di Provinsi Hoabinh dekat Hanoi, Vietnam, oleh peneliti Madeleine Colani ditemukan sejumlah besar alat yang kemudian dikenal dengan kebudayaan Bacson-Hoabinh. Jenis alat serupa juga ditemukan di Thailand, Semenanjung Melayu, dan Sumatra. Peninggalan-peninggalan di Sumatra berupa bukit-bukit kerang yang dinamakan kjokkenmoddinger (sampah dapur) yang memanjang dari Sumatra Utara sampai Aceh......
Ciri dari kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran satu kepalan dan bagian tepinya sangat tajam. Hasil penyerpihannya menunjukkan berbagai bentuk, seperti lonjong, segi empat, dan ada yang bentuknya berpinggang. Di wilayah Indonesia, alat-alat batu kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Papua, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur (utara). Mereka datang di Nusantara dengan perahu bercadik dan tinggal di pantai timur Sumatra dan Jawa, namun mereka terdesak oleh ras Melayu yang datang kemudian. Akhirnya, mereka menyingkir ke wilayah Indonesia Timur dan dikenal sebagai ras Papua yang pada masa itu sedang berlangsung budaya Mesolitikum sehingga pendukung budaya Mesolitikum adalah Papua Melanesoid. Ras Papua ini hidup dan tinggal di gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan bukit-bukit kerang atau sampah dapur (kjokkenmoddinger). Ras Papua Melanesoid sampai di Nusantara pada zaman Holosen. Saat itu keadaan bumi kita sudah layak dihuni sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan manusia.
Penyelidikan kjokkenmoddinger dilakukan oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels tahun 1925. Juga banyak ditemukan kapak genggam yang kemudian dinamakan kapak Sumatra, terbuat dari batu kali yang dibelah, sisi luarnya tidak dihaluskan, dan sisi dalamnya dikerjakan sesuai dengan keperluan. Jenis lain adalah kapak pendek (hache courte), bentuknya setengah lingkaran, bagian tajamnya pada sisi lengkung. Ditemukan pula batu penggiling (pipisan) sebagai penggiling makanan atau cat merah, ujung mata panah, flakes, dan kapak Proto Neolitikum.
Ras Papua Melanesoid hidup masih setengah menetap, berburu, dan bercocok tanam sederhana. Mereka hidup di gua dan ada yang di bukit sampah. Manusia yang hidup di zaman budaya Mesolitikum sudah mengenal kesenian, seperti lukisan mirip babi hutan yang ditemukan di Gua Leang-Leang (Sulawesi). Lukisan tersebut memuat gambar binatang dan cap telapak tangan.
Mayat dikubur dalam gua atau bukit kerang dengan sikap jongkok, beberapa bagian mayat diolesi dengan cat merah. Merah adalah warna darah, tanda hidup. Mayat diolesi warna merah dengan maksud agar dapat mengembalikan kehidupannya sehingga dapat berdialog. Kecuali alat batu, juga ditemukan sisa-sisa tulang dan gigi-gigi binatang seperti gajah, badak, beruang, dan rusa. Jadi, selain mengumpulkan binatang kerang, mereka pun memburu binatang-binatang besar.
Di daerah Sumatra alat-alat batu jenis kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Lhokseumawe dan Medan. Di Pulau Jawa, alat kebudayaan yang sejenis kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di daerah sekitar Bengawan Solo, yakni bersamaan waktu penggalian fosil manusia purba. Peralatan yang ditemukan dibuat dengan cara yang sederhana, belum diserpih dan belum diasah. Alat tersebut diperkirakan dipergunakan oleh jenis Pithecanthropus erectus di Trinil, Jawa Timur.
2. Kebudayaan Dongson
Kebudayaan Dongson diambil dari salah satu nama daerah di Tonkin. Kebudayaan perunggu di Asia Tenggara biasa dinamakan kebudayaan Dongson. Di daerah ini ditemukan bermacam-macam alat yang dibuat dari perunggu. Di samping itu juga ditemukan nekara dan kuburan. Bejana yang serupa dengan yang ditemukan di Kerinci dan Madura juga ditemukan di sana, di daerah Tonkin itulah kebudayaan perunggu berasal.
Pengolahan logam menunjukkan taraf kehidupan yang semakin maju, sudah ada pembagian kerja yang baik, masyarakatnya sudah teratur. Teknik peleburan logam merupakan teknik yang tinggi.
Kenyataan tersebut menunjukkan kepada kita mengenai adanya hubungan erat antara Indonesia dengan Tonkin, yaitu kebudayaan logam di Indonesia termasuk kelompok kebudayaan logam di Asia yang berpusat di Dongson. Dari daerah inilah datang kebudayaan logam secara bergelombang lewat jalur barat, yaitu Malaysia. Pendukung kebudayaan ini adalah bangsa Austronesia, juga pendukung kapak persegi. Di Indonesia, penggunaan logam telah dilakukan sejak beberapa abad sebelum Masehi, yaitu pada tahun 500 SM berupa hasil perunggu dan perhiasan perunggu, sedangkan alat dari besi berupa mata kapak, mata pisau, mata pedang, dan cangkul. Zaman perunggu di Indonesia masuk kebudayaan perundagian. Peranan perunggu dan besi sangat besar terutama dalam penggunaan alat kehidupan.
Budaya Dongson sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan budaya perunggu di Nusantara. Nekara perunggu yang telah dibuat di Kepulauan Indonesia seperti Sumatra, Jawa, dan Maluku Selatan sebagai salah satu bukti pengaruh yang kuat dari budaya Dongson. Beberapa nekara yang ditemukan di Indonesia mempunyai nilai yang penting, misalnya, di Makalaman dekat Sumba (berisi hiasan gambar menyerupai pakaian Cina dari dinasti Han) dan nekara dari Kepulauan Kei, Maluku (berisi hiasan lajur mendatar bergambar kijang). Berdasarkan kesimpulan para ahli, ada kemungkinan daerah-daerah itu tidak membuatnya sendiri, melainkan berasal dari Cina karena ada gaya hiasan model negeri Cina. Adapun nekara yang ditemukan di daerah Sangeng dekat Sumbawa oleh Heine Geldern mungkin berasal dari Funan.
Perkembangan budaya logam di Indonesia dapat diketahui dengan jelas adanya pengaruh budaya Dongson yang menyebar ke seluruh Nusantara. Ada beberapa daerah penting dalam perkembangan logam di Nusantara.
a. Budaya logam awal di Jawa
Di Pulau Jawa terdapat peninggalan logam pada tahap awal, berada di dalam peti kubur batu (sarkofagus) di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Diperkirakan sebagai bekal kubur yang berupa peralatan dari besi.
b. Budaya logam awal di Sumatra
Di Pasemah, Sumatra Barat, terdapat kubur batu yang dibekali manik-manik kaca dan sejumlah benda logam berupa tombak besi dan peniti emas.
c. Budaya logam awal di Sumba, Nusa Tenggara
Di Sumba, Nusa Tenggara, terdapat tradisi pengu-buran dengan membawa bekal kubur yang berupa logam yang diletakkan di dekat peti si mati. Namun, di sana juga sudah ditemukan peralatan rumah tangga seperti bejana dan tembikar kecil yang terbuat dari logam.
d. Budaya logam awal di Bali
Tidak berbeda dengan daerah lain, di Bali kita temukan benda logam sebagai bekal kubur. Jadi, dapat kita ketahui bahwa budaya logam ternyata sudah berkembang di Nusantara. Banyak kita temukan bekal kubur terbuat dari logam, ini berarti mereka menghormati roh nenek moyangnya yang sudah mati dengan barang yang berharga. Namun, kita juga menemukan alat kehidupan yang terbuat dari logam di tengah masyarakat pada masa lalu, misalnya, pisau, tombak, panah, dan patung.
3. Kebudayaan India
Sejak zaman praaksara, penduduk Indonesia dikenal sebagai pelaut dan sanggup mengarungi lautan luas. Ahli ilmu bumi bangsa Yunani bernama Claudius Ptolomeus menyebutkan bahwa ada sebuah pulau bernama Zabadiu, yang dimaksud adalah Yavadwipa atau Pulau Jawa atau terkenal dengan sebutan Pulau Padi. Menurut Hornell, perahu-perahu bercadik adalah milik khusus bangsa Indonesia. Perahu bercadik juga ada di India Selatan akibat pengaruh dari Indonesia sebab di sana terdapat suku Thanar yang bermatapencaharian budi daya kelapa dan berdagang dengan pedagang Indonesia.
Hubungan dagang antara Indonesia – India ternyata menambah kemampuan untuk saling bertukar kebudayaan, pengaruh agama dan budaya India masuk ke Nusantara. Hubungan dagang tersebut merupakan faktor utama terjadinya kontak Indonesia – India yang menyebabkan penyebaran budaya India ke Indonesia. Namun demikian, unsur Indonesia kuno tetap kuat tampak dominan, misalnya, kasta tidak berjalan dengan baik di Indonesia, bahkan cenderung tidak ada. Hasil seni candi di Indonesia yang menonjol pada masa Indonesia kuno adalah pembangunan candi-candi besar. Bukti pengaruh budaya India di Indonesia sebagai berikut.
a. Adanya arca Buddha dari perunggu di Sempaga (Sulawesi Selatan) sebagai bukti tertua bergaya amarawati (gaya India Selatan), arca sejenis juga ditemukan di Jember dan Bukit Siguntang, Sumatra Selatan. Arca Buddha lainnya yang ditemukan di Kota Bangun, Kutai, bergaya gandhara (gaya India Utara).
b. Ditemukan prasasti di Kerajaan Kutai dan Tarumanegara yang terpengaruh India, yaitu berbahasa Sanskerta dan berhuruf Pallawa.
c. Adanya bangunan candi dan arca yang terpengaruh Hindu dan Buddha.
d. Adanya prasasti Sriwijaya yang ditulis dalam bahasa Melayu Kuno berhuruf Pallawa yang sudah menonjol unsur Indonesianya.
e. Adanya bukti arkeologi di Indonesia bahwa pengaruh India ada dalam budaya Nusantara.
f. Dalam berbagai hal pengaruh India itu terlihat. Di bidang pemerintahan muncul kerajaan, dalam bidang kebudayaan pengaruh India melahirkan candi megah di Nusantara, misalnya, candi Borobudur, Prambanan, di bidang sosial melahirkan ikatan-ikatan desa dan ikatan feodal.
Di Pegunungan Bacson dan di Provinsi Hoabinh dekat Hanoi, Vietnam, oleh peneliti Madeleine Colani ditemukan sejumlah besar alat yang kemudian dikenal dengan kebudayaan Bacson-Hoabinh. Jenis alat serupa juga ditemukan di Thailand, Semenanjung Melayu, dan Sumatra. Peninggalan-peninggalan di Sumatra berupa bukit-bukit kerang yang dinamakan kjokkenmoddinger (sampah dapur) yang memanjang dari Sumatra Utara sampai Aceh......
Ciri dari kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran satu kepalan dan bagian tepinya sangat tajam. Hasil penyerpihannya menunjukkan berbagai bentuk, seperti lonjong, segi empat, dan ada yang bentuknya berpinggang. Di wilayah Indonesia, alat-alat batu kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Papua, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur (utara). Mereka datang di Nusantara dengan perahu bercadik dan tinggal di pantai timur Sumatra dan Jawa, namun mereka terdesak oleh ras Melayu yang datang kemudian. Akhirnya, mereka menyingkir ke wilayah Indonesia Timur dan dikenal sebagai ras Papua yang pada masa itu sedang berlangsung budaya Mesolitikum sehingga pendukung budaya Mesolitikum adalah Papua Melanesoid. Ras Papua ini hidup dan tinggal di gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan bukit-bukit kerang atau sampah dapur (kjokkenmoddinger). Ras Papua Melanesoid sampai di Nusantara pada zaman Holosen. Saat itu keadaan bumi kita sudah layak dihuni sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan manusia.
Penyelidikan kjokkenmoddinger dilakukan oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels tahun 1925. Juga banyak ditemukan kapak genggam yang kemudian dinamakan kapak Sumatra, terbuat dari batu kali yang dibelah, sisi luarnya tidak dihaluskan, dan sisi dalamnya dikerjakan sesuai dengan keperluan. Jenis lain adalah kapak pendek (hache courte), bentuknya setengah lingkaran, bagian tajamnya pada sisi lengkung. Ditemukan pula batu penggiling (pipisan) sebagai penggiling makanan atau cat merah, ujung mata panah, flakes, dan kapak Proto Neolitikum.
Ras Papua Melanesoid hidup masih setengah menetap, berburu, dan bercocok tanam sederhana. Mereka hidup di gua dan ada yang di bukit sampah. Manusia yang hidup di zaman budaya Mesolitikum sudah mengenal kesenian, seperti lukisan mirip babi hutan yang ditemukan di Gua Leang-Leang (Sulawesi). Lukisan tersebut memuat gambar binatang dan cap telapak tangan.
Mayat dikubur dalam gua atau bukit kerang dengan sikap jongkok, beberapa bagian mayat diolesi dengan cat merah. Merah adalah warna darah, tanda hidup. Mayat diolesi warna merah dengan maksud agar dapat mengembalikan kehidupannya sehingga dapat berdialog. Kecuali alat batu, juga ditemukan sisa-sisa tulang dan gigi-gigi binatang seperti gajah, badak, beruang, dan rusa. Jadi, selain mengumpulkan binatang kerang, mereka pun memburu binatang-binatang besar.
Di daerah Sumatra alat-alat batu jenis kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Lhokseumawe dan Medan. Di Pulau Jawa, alat kebudayaan yang sejenis kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di daerah sekitar Bengawan Solo, yakni bersamaan waktu penggalian fosil manusia purba. Peralatan yang ditemukan dibuat dengan cara yang sederhana, belum diserpih dan belum diasah. Alat tersebut diperkirakan dipergunakan oleh jenis Pithecanthropus erectus di Trinil, Jawa Timur.
2. Kebudayaan Dongson
Kebudayaan Dongson diambil dari salah satu nama daerah di Tonkin. Kebudayaan perunggu di Asia Tenggara biasa dinamakan kebudayaan Dongson. Di daerah ini ditemukan bermacam-macam alat yang dibuat dari perunggu. Di samping itu juga ditemukan nekara dan kuburan. Bejana yang serupa dengan yang ditemukan di Kerinci dan Madura juga ditemukan di sana, di daerah Tonkin itulah kebudayaan perunggu berasal.
Pengolahan logam menunjukkan taraf kehidupan yang semakin maju, sudah ada pembagian kerja yang baik, masyarakatnya sudah teratur. Teknik peleburan logam merupakan teknik yang tinggi.
Kenyataan tersebut menunjukkan kepada kita mengenai adanya hubungan erat antara Indonesia dengan Tonkin, yaitu kebudayaan logam di Indonesia termasuk kelompok kebudayaan logam di Asia yang berpusat di Dongson. Dari daerah inilah datang kebudayaan logam secara bergelombang lewat jalur barat, yaitu Malaysia. Pendukung kebudayaan ini adalah bangsa Austronesia, juga pendukung kapak persegi. Di Indonesia, penggunaan logam telah dilakukan sejak beberapa abad sebelum Masehi, yaitu pada tahun 500 SM berupa hasil perunggu dan perhiasan perunggu, sedangkan alat dari besi berupa mata kapak, mata pisau, mata pedang, dan cangkul. Zaman perunggu di Indonesia masuk kebudayaan perundagian. Peranan perunggu dan besi sangat besar terutama dalam penggunaan alat kehidupan.
Budaya Dongson sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan budaya perunggu di Nusantara. Nekara perunggu yang telah dibuat di Kepulauan Indonesia seperti Sumatra, Jawa, dan Maluku Selatan sebagai salah satu bukti pengaruh yang kuat dari budaya Dongson. Beberapa nekara yang ditemukan di Indonesia mempunyai nilai yang penting, misalnya, di Makalaman dekat Sumba (berisi hiasan gambar menyerupai pakaian Cina dari dinasti Han) dan nekara dari Kepulauan Kei, Maluku (berisi hiasan lajur mendatar bergambar kijang). Berdasarkan kesimpulan para ahli, ada kemungkinan daerah-daerah itu tidak membuatnya sendiri, melainkan berasal dari Cina karena ada gaya hiasan model negeri Cina. Adapun nekara yang ditemukan di daerah Sangeng dekat Sumbawa oleh Heine Geldern mungkin berasal dari Funan.
Perkembangan budaya logam di Indonesia dapat diketahui dengan jelas adanya pengaruh budaya Dongson yang menyebar ke seluruh Nusantara. Ada beberapa daerah penting dalam perkembangan logam di Nusantara.
a. Budaya logam awal di Jawa
Di Pulau Jawa terdapat peninggalan logam pada tahap awal, berada di dalam peti kubur batu (sarkofagus) di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Diperkirakan sebagai bekal kubur yang berupa peralatan dari besi.
b. Budaya logam awal di Sumatra
Di Pasemah, Sumatra Barat, terdapat kubur batu yang dibekali manik-manik kaca dan sejumlah benda logam berupa tombak besi dan peniti emas.
c. Budaya logam awal di Sumba, Nusa Tenggara
Di Sumba, Nusa Tenggara, terdapat tradisi pengu-buran dengan membawa bekal kubur yang berupa logam yang diletakkan di dekat peti si mati. Namun, di sana juga sudah ditemukan peralatan rumah tangga seperti bejana dan tembikar kecil yang terbuat dari logam.
d. Budaya logam awal di Bali
Tidak berbeda dengan daerah lain, di Bali kita temukan benda logam sebagai bekal kubur. Jadi, dapat kita ketahui bahwa budaya logam ternyata sudah berkembang di Nusantara. Banyak kita temukan bekal kubur terbuat dari logam, ini berarti mereka menghormati roh nenek moyangnya yang sudah mati dengan barang yang berharga. Namun, kita juga menemukan alat kehidupan yang terbuat dari logam di tengah masyarakat pada masa lalu, misalnya, pisau, tombak, panah, dan patung.
3. Kebudayaan India
Sejak zaman praaksara, penduduk Indonesia dikenal sebagai pelaut dan sanggup mengarungi lautan luas. Ahli ilmu bumi bangsa Yunani bernama Claudius Ptolomeus menyebutkan bahwa ada sebuah pulau bernama Zabadiu, yang dimaksud adalah Yavadwipa atau Pulau Jawa atau terkenal dengan sebutan Pulau Padi. Menurut Hornell, perahu-perahu bercadik adalah milik khusus bangsa Indonesia. Perahu bercadik juga ada di India Selatan akibat pengaruh dari Indonesia sebab di sana terdapat suku Thanar yang bermatapencaharian budi daya kelapa dan berdagang dengan pedagang Indonesia.
Hubungan dagang antara Indonesia – India ternyata menambah kemampuan untuk saling bertukar kebudayaan, pengaruh agama dan budaya India masuk ke Nusantara. Hubungan dagang tersebut merupakan faktor utama terjadinya kontak Indonesia – India yang menyebabkan penyebaran budaya India ke Indonesia. Namun demikian, unsur Indonesia kuno tetap kuat tampak dominan, misalnya, kasta tidak berjalan dengan baik di Indonesia, bahkan cenderung tidak ada. Hasil seni candi di Indonesia yang menonjol pada masa Indonesia kuno adalah pembangunan candi-candi besar. Bukti pengaruh budaya India di Indonesia sebagai berikut.
a. Adanya arca Buddha dari perunggu di Sempaga (Sulawesi Selatan) sebagai bukti tertua bergaya amarawati (gaya India Selatan), arca sejenis juga ditemukan di Jember dan Bukit Siguntang, Sumatra Selatan. Arca Buddha lainnya yang ditemukan di Kota Bangun, Kutai, bergaya gandhara (gaya India Utara).
b. Ditemukan prasasti di Kerajaan Kutai dan Tarumanegara yang terpengaruh India, yaitu berbahasa Sanskerta dan berhuruf Pallawa.
c. Adanya bangunan candi dan arca yang terpengaruh Hindu dan Buddha.
d. Adanya prasasti Sriwijaya yang ditulis dalam bahasa Melayu Kuno berhuruf Pallawa yang sudah menonjol unsur Indonesianya.
e. Adanya bukti arkeologi di Indonesia bahwa pengaruh India ada dalam budaya Nusantara.
f. Dalam berbagai hal pengaruh India itu terlihat. Di bidang pemerintahan muncul kerajaan, dalam bidang kebudayaan pengaruh India melahirkan candi megah di Nusantara, misalnya, candi Borobudur, Prambanan, di bidang sosial melahirkan ikatan-ikatan desa dan ikatan feodal.
Diposting oleh
alfin.cacing.blogspot.com
di
22.26
1 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Keanekaragaman hayati
Rabu, 14 Maret 2012
A. Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Karakteristik Wilayahnya
Secara astronomis indonesia berada pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT. artinya indonesia terletak didaerah iklim tropis (daerah tropis berada diantara 23 1/20 LU dan 23 1/20 LS). Ciri - ciri daerah tropis antara lain temperatur cukup tinggi (260C - 280C), curah hujan cukup banyak (700 - 7000mm/ tahun) dan tanahnya subur karena proses pelapukan batuan cukup cepat.
Bila dilihat dari geografis , indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni sirkum pasifik dan rangkaian sirkum mediterania, sehingga indonesia memiliki banyak pegunungan berapi. hal tersebut menyebabkan tanah menjadi subur.
Di Indonesia terdapat 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi , dan 17% dari spesies burung yang ada didunia.
sejumlah spesies tersebut bersifat endemik , yaitu hanya terdapat di Indonesia dan tidak ditemukan ditempat lain.
Contohnya adalah sebagai berikut:
1. burung cendrawasih di papua,
2. burung maleo di sulawesi,
3. komodo di pulau komodo.
4. anoa di sulawesi
5. rafflesia arnoldii, terdapat dipulau sumatera dan penyebarannya disepanjang bukit barisan dari aceh sampai lampung.
6. Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) merupakan flora khas indonesia yang terdapat disumatra.
Tumbuhan yang beraneka ragam dan bernilai ekonomi dapat dimanfaatkan. contohnya sebagai berikut:
1. macam - macam varietas durian (Duriozibethinus), antara lain , durian petruk dari randusaria jepara, durian sitokong dari
ragunan, durian sunan yang berasal dari boyolali, durian simas dari bogor.
2. Kedondong (Spondias cythrerea), misalnya kedondong karimunjawa berasal dari Karimunjawa.
3. Salak (Zalacca edulis), misalnya , salak pondoh berasal dari desa soka sleman dan salak bejalen dari ambarawa.
B. Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Persebarannya
Persebaran organisme dimuka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi . studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies - spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar keberbagai daerah . organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
Penghalang geografi atau barrier seperti gunung yang tinggi, sungai dan lautan dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies (isolasi geografi). adanya isolasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna diberbagai tempat.
Berdasarkan adanya persamaan fauna didaerah - daera h tertentu , maka dapat dibedakan menjadi 6 daerah biogeografi dunia sebagai berikut:
1. Nearktik : Amerika utara
2. Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika , gurun sahara sebelah utara.
3. Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah.
4. Oriental: Asia, Himalaya bagian selatan.
5. Ethiopia : Afrika
6. Australian : Australia dan pulau - pulau sekitarnya.
C. Persebaran Hewan Di Indonesia
Kepulauan Indonesia merupakan tempat dua kawasan / daerah bertemuyaitu kawasan oriental yang amat kaya akan binatang dan mamalia. Wallace memperhatikan perbedaan pada flora dan faunanya, dan berhasil menarik garis pada peta sedemikian serupa sehingga memisahkan kelompok kehidupan satu sama lain.
1. Persebaran Hewan Di Wilayah Indonesia Barat
Bagian barat yang merupakan paparan sunda memiliki fauna asia, contohnya berbagai jenis kera, gajah, macan, kerbau liar, babi hutan, dan rusa.
a) Sumatra memiliki hewan - hewan yang khas, seperti: gajah, tapir, badak bercula dua, harimau, siamang, dan orang utan.
b) Jawa memiliki badak bercula satu, harimau dan banteng.
c) Kalimantan memiliki badak bercula dua, macan tutul, orang utan, kera berhidung panjang, dan beruang madu.
2. Persebaran Hewan Di Wilayah Indonesia Timur
Bagian timur indonesia ditempati fauna tipe Australia yang terdiri atas burung - burung dengan warna menyolok misalnya Kasuari, burung nuri, parkit, cendrawasih, dan merpati berjambul, beberapa jenis hewan berkantung misalnya kanguru, wallabi, dan kanguru pohon.
dibagian tengah , seperti sulawesi terdapat hewan yang khas yaitu anoa,dan dipulau komodo terdapat komodo (biawak besar).
Zona peralihan antara Oriental dn Australian
bagian kepulauan indonesia ini merupakan daerah peralihan antara kawasan Australian dan Oriental. Daerah yang merupakan tempat peralihan yang mecolok adalah sulawesi.
D. Persebaran Tumbuhan Di Muka Bumi
Bioma dapat dairtikan sebagai macam komuniatas utama yang terdapat pada suatu daerah yang dapat dikenal berdasarkan fisiognomi (kenam[akan).
sifat dan karakteristik suatu bioma merupakan fungsi iklim (suhu , curah hujan, cahaya dan tanah).
Garis pembatas atau pemisah antara dua bioma walaupun tidak jelas, disebut ecotone. Ekoton ditempati oleh tumbuhan dan hewan yang khas. Biorna-bioma umumnya ditentukan oleh vegetasi atau tumbuhan yang dominan.
hal ini cenderung mencermikan iklim yang umum dari area tersebut. Ada berbagai bioma didunia, yaitu gurun, padang rumput, hutan hujan tropis, hutan gugur, dan savana.
a. gurun (padang pasir) , bioma ini terdapat di afrika, Amerika, Australia dan Cina.
b. Padang Rumput, bioma ini terbentang dari daerah tropik hingga subtropik, misalnya di Amerika.
c. Hutan hujan tropis, terdapat di daerah tropik dan subtropik contoh di amerika selatan (Brasil) , Asia Termasuk Indonesia) dan Afrika.
d. Hutan Gugur (deciduos forest), merupakan bioma yang khas didaerah sedang.
e. Savana terdapat dikedua sisi khatulistiwa, berkembang dengan lebih baik di Afrika dan Amerika Selatan. Savana terdapat jiga di India, Asia Selatan, Australia, dan Indonesia (Irian, NTT, dan NTB).
e. Flora Malesiana
Indonesia memiliki 2 diantara 5 bioma didunia, yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savana. bioma hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sanagt tinggi adalah malesiana.
flora malesiana meliputi tumbuhan yang terdapat di sumatra, kalimantan, filiphina utara, dan kepulauan indonesia lainnya.
Tumbuhan Khas Malesiana yang terkenal adalah rafflesia arnoldii. tumbuhan ini merupakan parasit yang hidup melekat pada akar atau batangtumbuhan pemanjat Tetrasigma. Penyebaran Rafflesia meliputi sumatra (Aceh , Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan jawa.
Di Papua ditemukan pohon buah khas yang disebut matoa (pometia pinnata). Matoa ini rasanya hampir mirip durian dan rambutan. Buah matoa berangkai seperti anggur berbentuk bulat kecil, dan berkulit tipis.
f. Manfaat dan Nilai Keanekaragaman Hayati
1) Kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan yang bersifat mutlak , seperti:
- sandang (ulat sutra, bulu domba, kapas)
- pangan (serealia/biji - bijian, umbi - umbian, sayur, buah, telur, daging, susu dan sebagainya)
- papan (meranti, jati, sengon, pohon sawo, dan sebagainya)
- udara bersih (pepohonan)
keanekaragamn hayati yang dapat menghasilkan suatu produk yang bermanfaat untuk hidup dan menjaga kesehatan manusia dikatakan memiliki nilai biologi.
2) Kebutuhan Sekunder, kebutuhan untuk lebih menikmati hidup, misalnya:
- transportasi (kuda, onta, sapi)
- rekreasi (hutan, taman bunga, tanaman hias, keindahan bawah laut, hewan piaraan dan sebagainya)
3) Keanekaragaman hayati dapat menghasilkan produk berupa materi atau jasa yang manfaatnya dapat ditukar dengan uang, misalnya bahan kebutuhan pokok atau pangan yang diperdagangkan, dikatakan memiliki nilai ekonomi.
4) Bagi suatu negara tertentu, keanekaragaman hayati dapat memberikan kebanggaan karena keindahan atau kekhasannya, seperti: karapan sapi di madura, ukiran jepara dari kayu jati, lukisan wayang dari kulit domba dan sebagainya. Keanekaragaman hayati tersebut memiliki niali budaya.
5) keanekaragaman hayati masih terus diteliti oleh para ahli, karena sebagai sumber ilmu atau tujuan lain (misalnya :pemuliaan hewan dan tumbuhan, pelestarian alam, pencarian alternatif bahan pangan dan energi dan sebagainya). jadi keanekaragaman hayati memiliki nilai pendidikan.
Secara astronomis indonesia berada pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT. artinya indonesia terletak didaerah iklim tropis (daerah tropis berada diantara 23 1/20 LU dan 23 1/20 LS). Ciri - ciri daerah tropis antara lain temperatur cukup tinggi (260C - 280C), curah hujan cukup banyak (700 - 7000mm/ tahun) dan tanahnya subur karena proses pelapukan batuan cukup cepat.
Bila dilihat dari geografis , indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni sirkum pasifik dan rangkaian sirkum mediterania, sehingga indonesia memiliki banyak pegunungan berapi. hal tersebut menyebabkan tanah menjadi subur.
Di Indonesia terdapat 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi , dan 17% dari spesies burung yang ada didunia.
sejumlah spesies tersebut bersifat endemik , yaitu hanya terdapat di Indonesia dan tidak ditemukan ditempat lain.
Contohnya adalah sebagai berikut:
1. burung cendrawasih di papua,
2. burung maleo di sulawesi,
3. komodo di pulau komodo.
4. anoa di sulawesi
5. rafflesia arnoldii, terdapat dipulau sumatera dan penyebarannya disepanjang bukit barisan dari aceh sampai lampung.
6. Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) merupakan flora khas indonesia yang terdapat disumatra.
Tumbuhan yang beraneka ragam dan bernilai ekonomi dapat dimanfaatkan. contohnya sebagai berikut:
1. macam - macam varietas durian (Duriozibethinus), antara lain , durian petruk dari randusaria jepara, durian sitokong dari
ragunan, durian sunan yang berasal dari boyolali, durian simas dari bogor.
2. Kedondong (Spondias cythrerea), misalnya kedondong karimunjawa berasal dari Karimunjawa.
3. Salak (Zalacca edulis), misalnya , salak pondoh berasal dari desa soka sleman dan salak bejalen dari ambarawa.
B. Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Persebarannya
Persebaran organisme dimuka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi . studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies - spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar keberbagai daerah . organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
Penghalang geografi atau barrier seperti gunung yang tinggi, sungai dan lautan dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies (isolasi geografi). adanya isolasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna diberbagai tempat.
Berdasarkan adanya persamaan fauna didaerah - daera h tertentu , maka dapat dibedakan menjadi 6 daerah biogeografi dunia sebagai berikut:
1. Nearktik : Amerika utara
2. Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika , gurun sahara sebelah utara.
3. Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah.
4. Oriental: Asia, Himalaya bagian selatan.
5. Ethiopia : Afrika
6. Australian : Australia dan pulau - pulau sekitarnya.
C. Persebaran Hewan Di Indonesia
Kepulauan Indonesia merupakan tempat dua kawasan / daerah bertemuyaitu kawasan oriental yang amat kaya akan binatang dan mamalia. Wallace memperhatikan perbedaan pada flora dan faunanya, dan berhasil menarik garis pada peta sedemikian serupa sehingga memisahkan kelompok kehidupan satu sama lain.
1. Persebaran Hewan Di Wilayah Indonesia Barat
Bagian barat yang merupakan paparan sunda memiliki fauna asia, contohnya berbagai jenis kera, gajah, macan, kerbau liar, babi hutan, dan rusa.
a) Sumatra memiliki hewan - hewan yang khas, seperti: gajah, tapir, badak bercula dua, harimau, siamang, dan orang utan.
b) Jawa memiliki badak bercula satu, harimau dan banteng.
c) Kalimantan memiliki badak bercula dua, macan tutul, orang utan, kera berhidung panjang, dan beruang madu.
2. Persebaran Hewan Di Wilayah Indonesia Timur
Bagian timur indonesia ditempati fauna tipe Australia yang terdiri atas burung - burung dengan warna menyolok misalnya Kasuari, burung nuri, parkit, cendrawasih, dan merpati berjambul, beberapa jenis hewan berkantung misalnya kanguru, wallabi, dan kanguru pohon.
dibagian tengah , seperti sulawesi terdapat hewan yang khas yaitu anoa,dan dipulau komodo terdapat komodo (biawak besar).
Zona peralihan antara Oriental dn Australian
bagian kepulauan indonesia ini merupakan daerah peralihan antara kawasan Australian dan Oriental. Daerah yang merupakan tempat peralihan yang mecolok adalah sulawesi.
D. Persebaran Tumbuhan Di Muka Bumi
Bioma dapat dairtikan sebagai macam komuniatas utama yang terdapat pada suatu daerah yang dapat dikenal berdasarkan fisiognomi (kenam[akan).
sifat dan karakteristik suatu bioma merupakan fungsi iklim (suhu , curah hujan, cahaya dan tanah).
Garis pembatas atau pemisah antara dua bioma walaupun tidak jelas, disebut ecotone. Ekoton ditempati oleh tumbuhan dan hewan yang khas. Biorna-bioma umumnya ditentukan oleh vegetasi atau tumbuhan yang dominan.
hal ini cenderung mencermikan iklim yang umum dari area tersebut. Ada berbagai bioma didunia, yaitu gurun, padang rumput, hutan hujan tropis, hutan gugur, dan savana.
a. gurun (padang pasir) , bioma ini terdapat di afrika, Amerika, Australia dan Cina.
b. Padang Rumput, bioma ini terbentang dari daerah tropik hingga subtropik, misalnya di Amerika.
c. Hutan hujan tropis, terdapat di daerah tropik dan subtropik contoh di amerika selatan (Brasil) , Asia Termasuk Indonesia) dan Afrika.
d. Hutan Gugur (deciduos forest), merupakan bioma yang khas didaerah sedang.
e. Savana terdapat dikedua sisi khatulistiwa, berkembang dengan lebih baik di Afrika dan Amerika Selatan. Savana terdapat jiga di India, Asia Selatan, Australia, dan Indonesia (Irian, NTT, dan NTB).
e. Flora Malesiana
Indonesia memiliki 2 diantara 5 bioma didunia, yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savana. bioma hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sanagt tinggi adalah malesiana.
flora malesiana meliputi tumbuhan yang terdapat di sumatra, kalimantan, filiphina utara, dan kepulauan indonesia lainnya.
Tumbuhan Khas Malesiana yang terkenal adalah rafflesia arnoldii. tumbuhan ini merupakan parasit yang hidup melekat pada akar atau batangtumbuhan pemanjat Tetrasigma. Penyebaran Rafflesia meliputi sumatra (Aceh , Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan jawa.
Di Papua ditemukan pohon buah khas yang disebut matoa (pometia pinnata). Matoa ini rasanya hampir mirip durian dan rambutan. Buah matoa berangkai seperti anggur berbentuk bulat kecil, dan berkulit tipis.
f. Manfaat dan Nilai Keanekaragaman Hayati
1) Kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan yang bersifat mutlak , seperti:
- sandang (ulat sutra, bulu domba, kapas)
- pangan (serealia/biji - bijian, umbi - umbian, sayur, buah, telur, daging, susu dan sebagainya)
- papan (meranti, jati, sengon, pohon sawo, dan sebagainya)
- udara bersih (pepohonan)
keanekaragamn hayati yang dapat menghasilkan suatu produk yang bermanfaat untuk hidup dan menjaga kesehatan manusia dikatakan memiliki nilai biologi.
2) Kebutuhan Sekunder, kebutuhan untuk lebih menikmati hidup, misalnya:
- transportasi (kuda, onta, sapi)
- rekreasi (hutan, taman bunga, tanaman hias, keindahan bawah laut, hewan piaraan dan sebagainya)
3) Keanekaragaman hayati dapat menghasilkan produk berupa materi atau jasa yang manfaatnya dapat ditukar dengan uang, misalnya bahan kebutuhan pokok atau pangan yang diperdagangkan, dikatakan memiliki nilai ekonomi.
4) Bagi suatu negara tertentu, keanekaragaman hayati dapat memberikan kebanggaan karena keindahan atau kekhasannya, seperti: karapan sapi di madura, ukiran jepara dari kayu jati, lukisan wayang dari kulit domba dan sebagainya. Keanekaragaman hayati tersebut memiliki niali budaya.
5) keanekaragaman hayati masih terus diteliti oleh para ahli, karena sebagai sumber ilmu atau tujuan lain (misalnya :pemuliaan hewan dan tumbuhan, pelestarian alam, pencarian alternatif bahan pangan dan energi dan sebagainya). jadi keanekaragaman hayati memiliki nilai pendidikan.
Diposting oleh
alfin.cacing.blogspot.com
di
05.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Langganan:
Komentar (Atom)

